Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Saturday, August 04, 2012
Me as Momoka xp
Hi :p ini tuh gaya baru rambut ku :p ceritanya sih pingin mirip "Momoka" di komik Namida Usagi :3 hihi sudah mirip?
Rahasia 2 Hati
Helo :3 hari ke 16 puasa, yeah \m/ ini lah salah satu novel, yang bakal nemenin aku buat 3 hari ke depan! rawr!! Abisnya tebel bangeeeet sih :3 tapi kata mereka-mereka yg udah baca, ceritanya tuh bagus, oke deh come on :D read this novels! :p
Wednesday, April 18, 2012
Menulis Sebuah Esai
Esai dalam KBBI didefinisikan sebagai karangan
prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut
pandang pribadi penulisnya. Dari pengertian tersebut tentu kita dapat
dapat mengetahui jika esai merupakan tulisan yang bersifat subjektif
atau argumentatif dalam penyampaiannya.
Sebuah
esai merupakan suatu penilaian, pandangan, atau evaluasi penulis
terhadap sebuah fakta yang terjadi untuk kemudian diambil kesimpulan. Di
sini ada unsur yang wajib ada pada sebuah esai yaitu fakta atau
kejadian nyata yang dikritisi, atau dengan kata lain sebuah esai bukan
sebuah prosa fiktif atau karangan belaka.
Menulis
esai memiliki tujuan untuk meyakinkan pembaca untuk percaya terhadap
pendapat kita tentang sebuah kejadian. Dengan tujuan tersebut, pendapat
dalam esai hendaknya disertai dengan data-data atau fakta yang menunjang
agar pembaca yakin terhadap pendapat kita. Namun demikian, menulis esai
tidak harus atau tidak perlu terlalu mendalam sampai pada teori-teori,
cukup ringan saja, dan tidak membatasi penggunaan bahasa yang sangat
baku. Bahasa dalam esai boleh saja bahasa santai, yang penting menarik,
segar, dan meyakinkan.
- Pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
- Tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
- Bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.
- Menentukan tema atau topik
- Membuat garis besar ide-ide yang akan kita bahas
- Menuliskan pendapat kita sebagai penulis dengan kalimat singkat dan jelas
- Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulis, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
- Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
- Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulis. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
- Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh (Wikipedia).
- Selalu percaya diri, karena menulis esai pada intinya adalah menuliskan pendapat dan pandangan kita sendiri, jadi tidak ada kata salah. Asalkan jangan ada unsur penghinaan dalam hal SARA.
Tuesday, April 17, 2012
Tugas : Mengidentifikasi Unsur Intrinsik dari sebuah cerpen.
By : Nur Amalia Pinuji/24/X-H
Tugas Bahasa
Indonesia
Mengidentifikasi
Unsur Intrinsik dari sebuah cerpen.
Teman Sejati
Hari ini aku
kesal pada Rubi. Ia berulangkali marah dan menotok notok kepalaku ke meja.
Padahal yang membuatnya marah bukan kesalahanku.
Rubi kesal karena semenjak setengah jam yang lalu ia hanya bisa mengerjakan dua soal saja dari sepuluh soal Matematika yang diberikan Pak Guru.
Sementara teman teman yang lain sudah mengerjakan sedikitnya enam soal.
“Makanya belajar ,Bi!” kataku sebal. Rubi melotot ke arahku dan menggusal gusalkan lagi kepalaku ke meja.
“Kasar banget sih!” seruku.
“Rasain!” hardik Rubi.
“Rubi!!” seru Pak Guru, “Kenapa sejak tadi tidak bisa tenang?” Rubi menunduk.
“Rasain!” balasku. Ribu menyurengkan matanya menatap kepalaku.
Ia mulai menulis beberapa rumus di kertas dan mencoba memecahkannya. Sayangnya, ia tetap saja tidak bisa.
“Apa kata mama,Rub…makanya jangan terlalu sering keluar main Bola!” kataku menasehati, ”Kamu membiarkanku menunggumu di rumah menemanimu belajar, tapi kamu malahan enak enakan main bola!!”
“Coba kalau kamu sadar kalau hari ini ujian, kan kemarin seharusnya kamu belajar bersamaku!” keluhku lagi.
“Padahal semalam aku kan belajar!” jawab Rubi.
“Iya, kamu belajar, tapi cuma sebentar, karena kecapean bermain Bola!” sergahku.
“Sekarang giliran kamu nggak bisa mengerjakan soal, kamu marah marah ke semua, termasuk padaku!”
“Harusnya kamu bisa membagi waktu antara waktu bermain dan belajar..” kataku lagi menasehati Rubi.
“Aduuh,gawat nih kalau jelek ulangan, Mama Papa pasti marah” keluh Rubi.
“Udah deh, pasrah aja…memang salah kamu kok!Eeeh jangan coba coba nyontek pada Beni!!” teriakku ketika Rubi mencuri curi lihat pekerjaan Beni.
Rubi mencibir ketika Beni menutupi kertas ulangannya.
“Bagus,Ben!” seruku senang.
“Ini pelajaran buat kamu Bi,…lebih baik kamu banyak banyak bermain denganku. Lebih banyak manfaatnya!” kataku.
Bel isitahat pertama berbunyi. Semua bergegas mengumpulkan kertas ulangan pada Pak guru.
Rubi meninggalkanku sambil berjalan loyo ke meja Pak guru.
Beberapa menit kemudian ia kembali ke tempat duduk. Kelihatannya Rubi menyesal tidak belajar dengan benar semalam, padahal soal soal yang diberikan Pak guru semuanya mirip dengan yang di buku. Cuma angkanya saja yang berbeda.
“Nggak bisa ya tadi,Bi?” Tanya Beni kepadanya.
Rubi menggeleng.
“Tenang Bi, kita akan harus banyak belajar bareng..oke?” kataku .
Rubi menatapku lalu tersemyum sambil memasukan ku ke dalam kotak pensilnya. Aku berjanji akan setia menemaninya belajar, karena aku adalah pensil kesayangan Rubi.
Rubi kesal karena semenjak setengah jam yang lalu ia hanya bisa mengerjakan dua soal saja dari sepuluh soal Matematika yang diberikan Pak Guru.
Sementara teman teman yang lain sudah mengerjakan sedikitnya enam soal.
“Makanya belajar ,Bi!” kataku sebal. Rubi melotot ke arahku dan menggusal gusalkan lagi kepalaku ke meja.
“Kasar banget sih!” seruku.
“Rasain!” hardik Rubi.
“Rubi!!” seru Pak Guru, “Kenapa sejak tadi tidak bisa tenang?” Rubi menunduk.
“Rasain!” balasku. Ribu menyurengkan matanya menatap kepalaku.
Ia mulai menulis beberapa rumus di kertas dan mencoba memecahkannya. Sayangnya, ia tetap saja tidak bisa.
“Apa kata mama,Rub…makanya jangan terlalu sering keluar main Bola!” kataku menasehati, ”Kamu membiarkanku menunggumu di rumah menemanimu belajar, tapi kamu malahan enak enakan main bola!!”
“Coba kalau kamu sadar kalau hari ini ujian, kan kemarin seharusnya kamu belajar bersamaku!” keluhku lagi.
“Padahal semalam aku kan belajar!” jawab Rubi.
“Iya, kamu belajar, tapi cuma sebentar, karena kecapean bermain Bola!” sergahku.
“Sekarang giliran kamu nggak bisa mengerjakan soal, kamu marah marah ke semua, termasuk padaku!”
“Harusnya kamu bisa membagi waktu antara waktu bermain dan belajar..” kataku lagi menasehati Rubi.
“Aduuh,gawat nih kalau jelek ulangan, Mama Papa pasti marah” keluh Rubi.
“Udah deh, pasrah aja…memang salah kamu kok!Eeeh jangan coba coba nyontek pada Beni!!” teriakku ketika Rubi mencuri curi lihat pekerjaan Beni.
Rubi mencibir ketika Beni menutupi kertas ulangannya.
“Bagus,Ben!” seruku senang.
“Ini pelajaran buat kamu Bi,…lebih baik kamu banyak banyak bermain denganku. Lebih banyak manfaatnya!” kataku.
Bel isitahat pertama berbunyi. Semua bergegas mengumpulkan kertas ulangan pada Pak guru.
Rubi meninggalkanku sambil berjalan loyo ke meja Pak guru.
Beberapa menit kemudian ia kembali ke tempat duduk. Kelihatannya Rubi menyesal tidak belajar dengan benar semalam, padahal soal soal yang diberikan Pak guru semuanya mirip dengan yang di buku. Cuma angkanya saja yang berbeda.
“Nggak bisa ya tadi,Bi?” Tanya Beni kepadanya.
Rubi menggeleng.
“Tenang Bi, kita akan harus banyak belajar bareng..oke?” kataku .
Rubi menatapku lalu tersemyum sambil memasukan ku ke dalam kotak pensilnya. Aku berjanji akan setia menemaninya belajar, karena aku adalah pensil kesayangan Rubi.
Identifikasi
1.
Tema :
Sosial
2.
Sudut Pandang : Orang ke
pertama. Tidak sebagai pelaku.
3.
Alur : Maju. Karena menceritakan cerita dengan
runtun, dari awal ulangan Matematika sampai selesai ulangan.
4.
Penokohan :
- Aku (Pensil) : Jail, Baik, Peduli, Setia
-
Rubi : Malas, Kasar, Baik
-
Beni : Baik, Peduli
-
Guru Matematika : Tegas
5.
Penyelesaian : Happy
Ending
6.
Latar/Setting :
Tempat : Di Kelas
Waktu :
Pagi hari
Suasana : Menegangkan
7.
Amanat :
- Harus bisa
membagi waktu, mana waktu belajar dan bermain.
- Gunakan waktu
sebaik mungkin, karena sebuah penyesalan hanya akan datang di akhir.
- Kita harus
melakukan persiapan (belajar), sebelum menghadapi ulangan.
6 tips buat belajar bareng (bagi yang mau ikut UN, UTS, dan UAS wajib baca!)
Mau belajar bareng buat jelang ujian? hmm
bagus kok niatnya, tapi sayangnya sering kali ga efektif ya kan?
WHY??
Karena sering kali kurangnya konsentrasi, materi yang diujikan banyak, kebanyakan ngobrol, dsb.
Nah,
saya ingin membagikan sedikit tips dan trik untuk mengatasi itu semua.
Memang ga mungkin bisa 100% efektif tapi saya jamin Bisa meningkatkan
efektifitas belajar bareng. Mulai yuuukk 
1. Sudah belajar sendiri di rumah sebagai persiapan.
intinya belajar itu kan membuat yang tadinya ga ngerti menjadi
mengerti, begitu juga belajar bareng. Materi2 yang sulit lah yang
dibahas, bukan materi2 yang bisa didapatkan dengan belajar sendiri.
untuk itu lah persiapan dari rumah itu penting! 
2. Komitmen a.k.a NIAT
kalo janjian datang jam sekian, datanglah jam sekian, jangan datang jam sekian tambah sekian. selain itu kalo niat belajar bareng, yang dibicarakan ketika pertemuan ya ttg pelajaran, bukan fashion ato F1! 
3. Jumlah peserta belajar bareng maksimal 5 orang dan semuanya harus aktif bicara
kalo kebanyakan namanya pasar. Ga perlu nyari anak2 juara kelas untuk belajar bareng.
karena pada dasarnya semua orang pintar dan punya kemampuan untuk menjadi lebih pintar. yang penting memenuhi 6 syarat ini. 
4. Punya sumber ilmu.
entah itu buku teks, internet, jurnal, diktat, catatan kuliah/sekolah,
dsb. yang jelas ada sumber ilmu sehingga diskusi berjalan secara ilmiah
bukan debat kusir yang ga jelas sumbernya. 
5. Waktu belajar 4 jam diselingi dengan istirahat 30-60 menit
bole dengan makan, intermezo dengan bergosip, dsb. yang penting jauh2 dulu dari materi pelajaran sebelum kalian memulai lagi. 
6. Penuhi semua syarat 1-5 tanpa terkecuali
yakin deh, efektifitas akan meningkat jika kalian bisa menemukan orang2 yang mau memenuhi semua syarat ini.
kata 3 musketeer: all for one and one for all
kata nenek moyang: gotong royong yuukkk...
kata amel: Selamat mencoba! Sukses ujiannya!

Monday, March 19, 2012
Sunday, January 29, 2012
"Jangan Biarkan Bumi Terus Menangis"
Ketika bumi menangis, apakah kita akan diam saja ? Bumi menangis kerana sudah tidak tahan melihat perbuatan
manusia yang setiap harinya merusak bumi. Harus kita ketahui, bumi adalah
tempat kita, seluruh makhluk hidup khususnya manusia tinggal. Apa jadinya jika
bumi hancur? Bukan kah, kita pula penghuni bumi yang akan hancur? Sadar atau
tidak, bumi kita telah tua, jangan semakin kita rusak bumi yang telah tua ini.
Seharusnya kita sebagai penghuni bumi, harus sadar diri, bahwa kita itu tidak
bisa hidup tanpa bumi. Begitu pula sebaliknya, bumi tidak bisa hidup tanpa ada
yang menjaganya, yaitu kita manusia. Nyawa bumi ada ditangan kita!
Seharusnya kita jaga dan hijaukan bumi ini! Lakukan lah, hal-hal yang berarti
untuk bumi. Meskipun hal itu kecil dan sederhana, namun apabila dikerjakan
bersama dan rutin hal itu bisa menjadi sesuatu hal yang besar artinya
untuk bumi kita. Seperti,
- Membuang sampah pada tempatnya.
- Memilah sampah organik dan non organik
- Mengurangi penggunaan kantong plastik
- Mematikan lampu, apabila telah selesai digunakan
- Gunakan air secukupnya.
- Tidak merokok.
- Menanam 1 pohon.
- Jangan menggunakan peralatan rumah tangga yang mengandung CFC karena akan mempercepat penipisan lapisan ozon, contohnya : AC.
Ayoo lakukan lah hal-hal kecil
yang bisa membuat bumi ini tersenyum, jangan lagi membuat bumi yang kita cintai
ini marah dan menangis lagi dengan hal-hal yang bisa merusak bumi. Kecil tapi
bermakna :D
![]() |
| Kecil tapi BERMAKNA :D |
Saturday, January 28, 2012
Sejarah Penemuan Virus - Biologi

CREATED BY :
NUR AMALIA PINUJI
KELAS X – H
SMA NEGERI 1 CIAMIS
1. Antony
Van Leeuwenhoek

Orang berkebangsaan Belanda ( 1632 – 1723
) yang pertama
kali membuat Microscop dan mampu melihat perbesaran objek hingga 150 X
dari ukuran asli. Ia juga disebut sebagai "Bapak Biologi", dan
dianggap sebagai mikrobiolog pertama. Ia
terlahir sebagai putra pembuat keranjang. Ia juga adalah orang pertama yang mengamati dan
mendeskripsikan organisme bersel satu.
Berkat
penemuannya dia mampu
memotivasi para ahli lain untuk mengembangkan Microscop hingga dapat melihat
benda dengan objek lebih dari 10.000 X dari aslinya, sehingga objek yang sangat
kecil akan lebih jelas terlihat.
Misalnya Virus.
2. Adolf
Mayer

Penelitian mengenai virus dimulai dengan
penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman
tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun
1883, Adolf Mayer, seorang ilmuan berkebangsaan Jerman menemukan bahwa penyakit
tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah
disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Kemudian Adolf Mayer Melakukan
Percobaan dengan Menyemprotkan Getah Tanaman Tembakau yang sakit kepada Tanaman
Tembakau yang Sehat. Berikut
langkah-langkah menginfeksi tembakau yang sakitkepada tembajau yang sehat.

Karena tidak berhasil menemukan mikroba di
getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan
oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan
mikroskop.
3. Dimitri
Ivanovski

Pada
tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau
yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit
mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri
penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati
saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus
saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus
Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah
disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit
tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman. Patogen mosaik
tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum
fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit
Kemudian
Dimitri Ivonosvski Mengulang
Percobaan Adolf Mayer dengan Menggunakan
alat filter saringan Bakteri

4. Martinus Beijerinck

Willem Martinus Beijerinck
(16
Maret 1851 - 1 Januari 1931) adalah seorang ahli mikrobiologi Belanda dan ahli
botani. Lahir di Amsterdam, Belanda,
Beijerinck
belajar di Sekolah Teknik Delft, di mana ia dianugerahi derajat Chemical Engineer
pada 1872. Ia memperoleh doktor of Science dari Universitas Leiden pada tahun
1877.
Menemukan
Fakta :
·
Bahwa Partikel
Microscopis penyerang tembakau dapat bereproduksi pada tanaman tembakau, tetapi
tidak dapat dibiarkan pada medium pertumbuhan Bakteri.
·
Partikel tersebut
tidak mati saat
dimasukan kedalam Alkohol, berbeda dengan Bakteri.
·
Seperti Ivanovsky sebelum dia dan Adolf Mayer,
pendahulunya di Wageningen, Beijerinck tidak bisa budaya agen menular disaring,
namun ia menyimpulkan bahwa agen dapat mereplikasi dan berkembang biak di
tanaman hidup. Dia bernama virus patogen baru untuk menunjukkan non-bakteri
sifatnya. Beijerinck menegaskan bahwa virus itu agak cair di alam, menyebutnya
"contagium vivum fluidum" (cairan hidup menular). Itu tidak sampai
kristal pertama dari virus mosaik tembakau (TMV) yang diperoleh Wendell Stanley
di 1935, mikrograf elektron pertama TMV diproduksi pada tahun 1939 dan X-ray
kristalografi analisis pertama dilakukan pada tahun 1941 TMV membuktikan bahwa
virus itu partikulat.
KESIMPULAN
Partikel
yang menyerang Tembakau tersebut berukuran sangat Kecil (lebih kecil dari bakteri) dan hanya dapat
hidup pada mahluk hidup yang di Serangnya.
5. Wendel Stanley

Wendel Stanley lahir di Ridgeville,
Indiana, Amerika dan memperoleh gelar BS dalam Kimia di Earlham College di Richmond, Indiana. Dia
kemudian belajar di University of
Illinois, mendapatkan MS dalam ilmu pengetahuan pada tahun 1927 diikuti oleh Ph.D. dalam
kimia dua tahun kemudian. Prestasi
berikutnya termasuk menulis buku "Kimia: A Beautiful
Thing" dan mencapai perawakannya
yang tinggi sebagai calon Pulitzer Prize.

Pada tahun 1935, dalam Percobaannya
Berhasil Mengkristalkan Partikel yang menyerang Tanaman Tembakau tersebut.
Dan Partikel Microscopis terebut diberi nama TMV ( Tobaco Mosaic Virus ) Indahnya Berbagi :)
Subscribe to:
Posts (Atom)






